Mulailah Memberi

Mungkin Anda pernah menonton reality show pada salah satu program TV swasta yang berjudul “Jika Anda Menjadi” yang tayang tiap Sabtu dan Minggu malam, lalu apa yang menarik dan bisa kita ambil makna yang kita dapatkan pada program TV tersebut.

“Untuk memberi dan membantu, Anda tidak perlu menunggu menjadi seorang yang kaya raya”.

Jika anda diberi pilihan oleh Tuhan, Anda ingin terlahir sebagai orang yang selalu memberi atau menerima? Mungkin jika Anda memilih jawaban kedua, dan Anda seketika lahir ke dunia, pilihan ini akan menakdirkan Anda akan selalu menerima tanpa pernah mampu memberi, yaitu seorang pengemis yang hidup dari menerima belas kasih. Sedangkan jika Anda memilih untuk selalu memberi, bisa saja Anda ditakdirkan menjadi seorang yang kaya dan berlebihan bukan?

Kerapkali kita sering menyamakan memberi dengan kehilangan, berkurang dan kerugian. Hal ini muncul, karena persepsi dalam memberi, ada bagian diri kita yang hilang, sesuatu yang menjadi milik kita berkurang dan kita merasa kehilangan olehnya. Tetapi selain itu Anda enggan untuk sering  memberi, karena merasa belum siap untuk memberi, saya belum kaya buat apa saya memberi.

Memang benar jika Anda kaya raya, Anda mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk memberi ketimbang Anda hidup sedang-sedang saja. Lalu pertanyaan yang muncul, kapankah Anda akan menjadi kaya? Dan jika Anda meninggal esok hari, apakah niat Anda untuk memberi itu dapat terlaksana?

e-tipers, pada program TV tersebut, mereka tidak perlu menjadi seorang yang sangat kaya raya untuk memberi. Ingat memberi, tidak selalu berbau hal-hal materi, uang atau barang. Anda bisa memberikan tenaga, pikiran, cinta kasih sebagai bentuk pemberian. Dan ketika kita memberi berarti Anda akan menjadi orang KAYA sebenarnya. Karena ketika Anda memberi, maka kita haruslah terlebih dahulu menjadi orang yang berlebih, lebih cerdas, lebih welas hati, dan lebih kuat.

Jika Anda menemukan seorang nenek yang di penghujung usianya masih giat bekerja untuk menafkahi dirinya dengan membawa sekeranjang bekas botol air minuman dan kebingungan di tengah jalan raya yang ramai untuk menyebrang, segera tolonglah dia. Bantulah dia membawa barang bawaannya dan sambut tangannya serta tuntunlah dia untuk menyebrang. Jika hati Anda mulai tersentuh, memberikan selembar Rp. 10.000,- tentu tidak akan membuat Anda bangkrut.

Memberi berarti kita juga mendapatkan. Anda tidak percaya? Mari kita buktikan. Apa yang Anda dapatkan jika Anda menemukan pengalaman seperti di atas. Hati Anda akan mengalami perasaan yang luar biasa indah. Anda akan menemukan hakekat Anda sebagai manusia. Jika Anda memberi sebuah senyuman, apakah Anda akan dipukul atau dimarahi? Tidak bukan?, malah sebaliknya, Anda akan mendapatkan perhatian dan simpati. Jadi, di dalam kita memberi tentunya dengan ketulusan hati, kita akan mendapatkan balasan yang setimpal, bila bukan dari dunia ini, tentunya pahala dari Tuhan.

Jadi jangan pernah ragu untuk memberi, karena di dalam memberi kita akan menemukan keajaiban Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s